Senin, 08 Oktober 2012

Delta In Thailand Day 1

Waduh, gue telat biat post ini. jadi gini tanggal 23-17 September 2012 kemaren sekolah gua SMAN 8 Tangerang kerjasama sama SMAN 1,3,4,5 Tangerang  buat ngadain studi banding ke Thailand kebetulann gua ikut acara itu. pas sampai di Thailand gua berharap kalo Bangkok itu keren banget. ternyata ga beda jauh sama di Jakarta, karna sampai di Bangkok itu udah malem so kita langsung cabut ke hotel buat bobo. gua sekamar bareng Fandi & Arif. SUMPAH hotelnya gembel bener.... dan di perjalanan Guide-nya (mencoba) ngelawak tapi gagal mulu dan jadinya garing amat.

Esok harinya, gua dan rombongan cabut ke kampus No. 1 di Thailand (katanya) nama kampusnya tuh Thammasat University, kampusnya sih ga luas-luas amat tapi mahasiswanya banyak kaya sekolah gua lah. disana kita diajarkan cara masuk ke sana oleh perwakilan kampus dan mereka juga mempromosikan jurusan-jurusan yang mereka bawahi, seperti bisnis management, teknik mesin, dll. dan ga lupa juga mahasiswi disana bening-bening cuuuuyyyyyyyyyy..........

Habis dari Thammasat rombongan langusung meluncur ke salah satu sekolah islam ( gua rasa emang cuma satu ) nama sekolahnya tuh Islamic Collage of Thailand, di perjalanan si Guide-nya (mencoba) ngelawak lagi dan gagal lagi sampe kita bosen dengernya, pas kita sampai dan turun dari bis kita disambut oleh beberapa siswa sana. dan acara pun dimulai dengan sambutan dari perwakilan kami dan perwakilan mereka, mereka menampilkan tari tradisional mereka dan kita juga ga mau kalah perwakilan dari kita (termasuk gue) menampilkan tari saman. sehabis itu, kita menukar suvenir yang kita bawa dari Indonesia yang berciri khaskan budaya Indonesia dan ditukar dengan barang yang berciri khaskan Thailand, gua bawa patung orang dayak sebenernya sih gua ngembat koleksi bokap hahaha, gua tukeran sama MC dari sana namanya Asraf** (sensor) namanya sih kayak cowo tapi orangnya cewe kok badai lagi. Gua kasih tuh souvenir gua ke dia + uang goceng (rupiah) dan dia ngasih gua 1 baht (rugi gua) dan gua coba tanya pin bb dan twitternya dia, tapi dia ga pake bb dan ga punya twitter. yaudah gua tanya nomor hp-nya Asraf tapi karna gua minta di samping kepsek-nya dia, jadi dia ga boleh ngasih nomornya dia ke gue (shit!) yaudah gua dapet fb-nya dia dan foto bareng ber-2 hahahaha. dan gua diajak muter-muter di Islamic Collage saat denger adzan dzuhur tiba-tiba gua dapet hidayah dari Allah buat solat, padahal kalo di Indo kalo gua denger adzan gua cuekin aje gua anggep orang lagi karokean pake toa. tapi beneran disana gua langsung sholat. gua ninggalin Islamic Collage dengan rasa berat hati karna hati gua di rebut sama asraf. tapi sampe sekarang gua masih chat di facebook dan whatsapp sama dia hahahahahahahah......




dari Islamic Collage robongan langsung cabut ke salah satu mall disana ( gue lupa nama mall-nya apa ) disana mahal-mahal cuy, karna mahal-mahal gua cuma beliin tas buat emak gua tercinta doang dan itu gue bilang harganya 480 rebu rupiah padahal 480 baht hahahahaha.........

Jumat, 07 September 2012

Kerajaan Majapahit

Ini tugas sejarah yang udah dikasih sama  guru Sejarah di SMAN 8 Tangerang, tentang kerajaan majapahit


PEREKONOMIAN KERAJAAN MAJAPAHIT
Keberadaan kerajaan Majapahit ditopang oleh sektor pertanian dan perdagangan. Dengan demikian berarti kerajaan Majapahit adalah kerajaan agraris dan maritim. Di sektor pertanian padi dan hasil pertanian lainnya merupakan tulang punggung perekonomian kerajaan. Pedagang asing yang datang ke Majapahit berasal dari Campa, Khmer, Tahiland, Burma, Srilangka, dan India. Mereka tinggal di beberapa tempat di Jawa dan beberapa di antara mereka ditari pajak oleh pemerintah kerajaan. Komoditi negara asing yang dibawa ke Majapahit adalah sutera dan keramik China, kain dari India, dan dupa dari Arab. Barang-barang tersebut ditukar dengan rempah-rempah dan hasil pertanian lainnya. Sekitar tahun 1949 M terdapat dua jalur pelayaran dari dan ke China(Grace Wong, 1984), yaitu jalur pelayaran barat dan jalur pelayaran timur. Jalur pelayaran yang sering digunakan pedagang jawa adalah jalur pelayaran barat, meliputi Vietnam-Thailand-Malaysia-Sumatera-Jawa-Bali-Timor. Barang-barang yang diperdagangkan adalah
1.    Barang kebutuhan hidup sehari-hari
Berupa bahan makanan, hasil bumi, binatang (ternak, unggas, dan ikan), dan bahan pakaian.
2.    Barang produksi kelompok pengrajin
Terdapat kelompok pengrajin (pengusaha) di kerajaan Majapahityang disebutkan dalam prasasti paramiça, barng yang dibuat antara lain tembaga (dyun), keranjang dari daun kelapa(magawai kisi), payung (magawai payuŋ wlu), upih (mopih), barang anyam-anyaman (manganamanam), kapur (maŋhapu). Terdapat juga pengrajin lak/perekat, tali, warna merah, arang, jerat burung,dan alat penangkap burung.
3.    Barang komoditi internasional
Komoditi yang diperdagangkan adalah merica, garam, rempah-rempah, mutiara, kulit penyu, gula tebu, pisang, kayu cendana, emas, perak, kelapa, kapuk, tekstil katun, sutera, belerang, dan budak belian.
Mata uang yang digunakan pada zaman Majapahit awal adalam mata uang kepeng dari China. Untuk mendapatkannya Majapahit mengimport mata uang dari China, uang tersebut berasal dari dinasti T’ang (618-907), Song (960-1279), Ming (1368-1644), dan Qing (1644-1911). hal ini terjadi karena China banyak mengomport merica dari Majapahit, sehingga banyak mata uang kepeng yang mengalir ke Majapahit. Pusat perdagangan di kerajaan Majapahit adalah pasar yang biasa disebut pkanatau pkěn. Selain perdagangan salah satu sumber kerajaan adalah pajak. Berdasarkan sumber-sumber yang tertulis, ditemukan lima pokok bahasan yang berhubungan dengan perpajakan, yaitu pajak dan pembatasan usaha, objek pajak dan kriteria pemungutannya, mekanisme pemungutan pajak, alokasi hasil pemungutan pajak, dan kasus-kasus yang berhubungan dengan pemungutan pajak. Pihak kerajaan mengadakan pembatasan usaha terhadap segala jenis benda yang bebas dari pemungutan pajak kerajaan agar hak pembebasan pemungutan pajak kerajaan tidak menjadi tanpa batas. Pajak terdiri dari pajak tanah, pajak usaha, pajak profesi, pajak orang asing, pajak ekspoloitasi Sumber Daya Alam. Pemungutan pajak dilakukan oleh petugas pemungut pajak.
Ekonomi Majapahit sebagaimana ekonomi kebanyakan kerajaan di Jawa bertumpu pada kegiatan pertanian, ini terlihat dari pusat kerajaan Majapahit yang juga terletak di pedalaman. Namun jika dilihat lebih jauh Majapahit ekonomi Majapahit juga ditopang oleh perdagangan. Kombinasi kedua unsur ekonomi ini memberi kekuatan bagi Majapahit, yang juga menjadi sifat Jawa sebelumnya, yaitu kekuatan demografis.
Pertanian di Jawa sangat menjadikan masyarakat Jawa terikat pada institusi desa yang terikat dalam jaringan yang disebut wanua. Institusi inilah yang kemudian menggerakkan jalannya perdagangan dengan pihak luar. Dalam hal ini perdagangan lebih didominasi oleh perdagangan hasil pertanian pokok. Jaringan pasar lokal antar wanua ini sering disebut sebagai pkên.
Pertanian Jawa sejak sebelum Majapahit sangat kuat. Ini terlihat dari dibuatnya Borobudur beberapa abad sebelumnya yang mengindikasikan pertanian Jawa dapat mencukupi pekerjaan missal tersebut. Selain itu pada masa Majapahit di Jawa juga terdapat beberapa candi yang dibangun. Kekuatan demografi ini juga mendukung kebijakan ekspansi yang dilakukan oleh Majapahit.
Kekuatan demogrsfi ini terlihat sangat besar jika kita membandingkan Jawa pada masa Majapahit dengan luar Jawa. Semananjung Malaya pada abad 14 memiliki penduduk sebanyak 200 ribu saja, seukuran kota kecil masa kini, sedangkan Jawa pada saat yang sama memiliki penduduk sebanyak 3 juta orang.
Majapahit juga melakukan perdagangan dengan bangsa luar. Ini terlihat kebijakan penguasaan langsung pelabuhan di hilir sungai Brantas. Meski ibukota Majapahit terletak jauh di pedalaman, ibukota terhubung langsung dengan pelabuhan tersebut melalui sungai tersebut. Produk-produk utama Jawa adalah bahan pangan (beras), tekstil kasar (atau kapas), dan tenaga kerja (budak).
Selain itu motif ekonomi juga terlihat dalam politik ekspansi yang dilakukannnya. Ekspansi-ekspansi yang dilakukannya dilakukan dalam rangka membentuk jaringan kerajaan vassal untuk memperoleh upeti yang akan menjadi produk perdagangan. Selain itu tujuan lain yang lebih utama dalam ekspansi Majapahit adalah untuk memperoleh kontrol atas pelabuhan-pelabuhan dagang utama di Asia Tenggara (dengan kata lain monopoli). Tindak politis yang dilakukan bisa berupa penghancuran pelabuhan atau penaklukan.

Rabu, 05 September 2012

Super Junior - SPY MV


I am here (again) !!!

Ini blog baru gue, Blog yang lama udah kecium bau alay kagak enak kalo diliat sama orang lain. kalo gue ga dapet tugas nge-blog dari guru ICT di SMAN 8 Tangerang gua ga bakal buat blog ini.

Total Pageviews

Blogger templates

Popular Posts

Pages